June 18, 2024

Puluhan ibu muda yang merasa tertipu berinvestasi dengan satpam gadungan bernama Sultan melapor ke Polres Sukabumi Kota pada Kamis (30/3/2023) malam.

Ada ratusan korban yang tertipu oleh investasi besar Sultan.

Nilai nominal korban penipuan berkisar dari jutaan rupee hingga ratusan juta rupee.

Korban Gina Maulana, 27, mengatakan Sultan Investments mencari penyelesaian sebelum memanggil polisi, tetapi mengatakan tidak ada niat baik untuk mengembalikan uang korban.

“Kami berbicara dengan tersangka pelaku pada hari Minggu. Keluarganya juga mengeluarkan pernyataan, tetapi pria tersebut melarikan diri saat operasi sedang berlangsung.”

Menurut dia, belasan remaja putri yang didatangkan polisi di Sukabumi itu hanyalah segelintir korban. Ada hingga 300 anggota saat berada dalam grup.

“Saya menginvestasikan lebih dari $80 juta dan menginvestasikan sekitar 50 juta rupee pada pertemuan sosial, jadi saya pribadi kehilangan hingga $130 juta,” katanya.

Ini dikenal sebagai scam dan korbannya adalah banyak anggota palsu palsu.

“Dia jelas berjanji untuk berinvestasi, tetapi yang dia lakukan adalah sistem bor lubang, tutup lubang, bayar utang kita, pinjam sini, bayar utang sini, pinjam sana,” ujarnya.

Hal pertama yang disampaikan kemudian adalah waktu pemrosesan yang singkat untuk transfer ke para pihak melalui dua rekening yang dapat digunakan (dimiliki) oleh suami yang sama atas nama saya sendiri sebagai pemilik kuasa.

“Hasil intervensi menjanjikan rata-rata 10% dalam 10 hari, terkadang dalam 2 minggu,” kata Jingen.

Ia tidak memungkiri bahwa ia mendapatkan hasil investasi sekitar 5 juta won dalam waktu 3 bulan.

Namun setelah beberapa bulan pertama, ternyata semuanya berjalan lancar, tidak ada masalah dan sistemnya juga menggunakan dana investasi orang lain.

“Ya semoga kita bisa bertanggung jawab dan mendapatkan uang kita kembali. Ada sekitar 1,5 miliar korban lagi,” pungkas Gina.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul “Breaking News”. Puluhan ibu-ibu muda Sukabumi didatangi polisi dan menjadi korban penipuan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *